Partisipasi Pusjatan Dalam Kegiatan 17th IRF World Meeting and Exhibition

PDFPrintE-mail

Written by Administrator

Pada tanggal 10- 14 November, Puslitbang Jalan dan Jembatan ( Pusjatan ) berkesempatan untuk mengikuti kegiatan 17th World Meeting and Exhibition yang dilaksanakan oleh International Road Federation (IRF), pertemuan yang dilaksanakan 4 tahun sekali ini dilaksanakan di Hotel Intercontinental, Riyadh, Arab Saudi, dengan dihadiri oleh kurang lebih 30 negara yang yang terdiri dari berbagai kalangan seperti, Konsultan, Kontraktor, Produsen alat, Institusi pemerintah, Insitusi penelitan, Assosiasi professional dan  Institusi akademis. Selain berbagi pengalaman dalam pengelolaan jalan melalui sesi technical session serta pameran teknologi bidang jalan, dilaksanakan pula pertemuan tingkat pimpinan Kementerian serta pimpinan Direktorat Jenderal Jalan. Pertemuan tersebut, membahas masalah-masalah yang dihadapi secara global terkait pembangunan jalan, termasuk diantaranya financial, safety, aksesibilitas dan environment.


Pada  pertemuan tingkat dunia ini, Pusjatan ikut berpatisipasi dalam kegiatan Partner Session, Technical session serta Interactive session (poster session). Acara Partner session mengambil tema Dissater Mitigation and Recovery yang disponsori oleh Japan Road Assosiation (JRA). Dalam sesi ini Pihak Pusjatan, Ir. Nyoman Suryana, MT menyajikan paparan terkait pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan paska bencana Tsunami Aceh, 2004. Paparan tersebut berjudul “Highway Disaster Recovery after Tsunami in Indonesia” dan disusun oleh Herry Vaza, Pantja Dharma Oetojo dan Nyoman Suaryana.

Memasuki Technical Session, Pusjatan berkesempatan untuk menyajikan hasil penelitian bersama dengan NILIM, Jepang. Kepala Sub Bidang Program dan Evaluasi, Handiyana, bersama perwakilan dari Nilim, Hirotaka, menyajikan tulisan yang berjudul ”Application of Image Processing Technology to Traffic Volume Survey in Indonesia”. Terakhir dalam  tahap poster session, pusjatan ikut menyajikan poster hasil penelitian Pusjatan dan NILIM.

Selain pelaksanaan pertemuan tingkat tinggi pemerintah sektor Pekerjaan Umum dan Pembina Jalan masing-masing negara, juga serangkaian jadwal sesi teknik yang cukup padat, pertemuan ini juga diselingi dengan kunjungan teknik proyek-proyek yang dilaksanakan di sekitar kota Riyadh. Pusjatan pun berkesempatan untuk meninjau proyek King Abdullah Financial District dan Wadi Hanifah.

 

PUSJATAN MEMPERPANJANG KERJASAMA DENGAN JEPANG

PDFPrintE-mail

Written by Administrator

enin 4 November 2013

 

Kerjasama Pusjatan dengan lembaga penelitian infrastruktur Jepang seperti dengan National Institute for Land and Infrastructure Management (NILIM) dan Public Works Research Institute (PWRI) yang dimulai tahun 2009 kini memasuki tahap lanjutan, hal ini ditandai dengan disepakatinya konsep perpanjangan kesepakatan kerjasama oleh Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan yaitu Ir. Herry Vaza dan Director General NILIM yaitu Mr. Toshio Sakai di Tokyo.


Dalam konsep kesepakatan kerjasama tersebut dijelaskan terdapat 6 kegiatan perpanjangan kesepakatan kerjasama penelitian dan pengembangan jalan dan jembatan yaitu; Pertama, Kerjasama penelitian dan pengembangan keselamatan jalan, Kedua, Kerjasama penelitian dan pengembangan Image Processing Technology. Ke- Tiga, Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Pengurangan Emisi Karbon Dioksida untuk Kendaraan Roda Dua. Ke- empat, Kerjasama Penelitian dan Pengembangan untuk Jembatan Bentang Panjang. Ke- Lima ,Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Aspal Buton. Ke- Enam, Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Terowongan. Selain kesepakatan untuk memperpanjang 3 road map kerjasama, kedua belah pihak menyepakati 2 road map kerjasama baru yang meliputi ; Pertama, kerjasama penelitian dan pengembangan kawasan wilayah untuk koridor 5 dengan mengadopsi konsep pengembangan wilayah untuk michino-eki, Ke-dua, Kerjasama Penelitian dan Pengembanagan Polymer Modified Asphalt. Sedangkan untuk Road Map yang ketiga yaitu, Kerjasama penelitian dan pengembangan Tanah Gambut. Masih dalam taraf penjajakan antara Pusjatan dan CRI.

Sehari sebelum penandatangan konsep kerjasama Pusjatan, NILIM dan PWRI mengadakan workshop ke-10 yang membahas kemajuan kegiatan kerjasama penelitian aspal buton dan terowongan. Selanjutnya rombongan Pusjatan melakukan peninjauan awal lokasi Michino-Eki di kota Kotori yang nantinya akan dijadikan sebagai salah satu referensi untuk pembangunan wilayah untuk salah satu di wilayah Koridor 5 . Michino-Eki merupakan tempat peristirahatan yang nyaman dan bersih bagi para pengemudi yang dibangun dengan melibatkan peran serta masyarakat/komunitas lokal dengan tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap keselamatan dan kenyamanan di jalan serta mempromosikan produk-produk dan aktivitas lokal. Selain itu, Pusjatan berkesempatan juga meninjau West Tokyo Operation Bureau yang merupakan pusat pemantauan arus lalu lintas Tokyo yang mampu mentransfer informasi keadaan lalu lintas seperti penerimaan informasi kecelakaan kurang dari 5 menit dari tempat kejadian.

 

MENGENAL TRAFFIC INFORMATON CENTER JALAN BEBAS HAMBATAN KOREA

PDFPrintE-mail

Written by Administrator

Dengan total panjang jalan bebas hambatan Korea yang mencapai 3.762 KM yang terbagi menjadi  31 ruas, Korea Expressway Cooperation (KEC) sebagai operator jalan bebas hambatan tersebut, membutuhkan sebuah sistem monitoring untuk menjaga performa layanannya. KEC-Research Institute (KECRI) sebagai lembaga riset dari KEC melakukan berbagai penelitian dan pengembangan dalam bidang Intelligent Transport System (ITS) untuk menjawab permasalahan diatas.

Dalam kunjungannya ke KECRI, rombongan Pusjatan yang dipimpin  oleh Kapusjatan, Herry Vaza berkesempatan untuk berdiskusi sekaligus melakukan kunjungan ke Traffic Information Center. Traffic Information Center yang dimiliki KEC adalah pusat kontrol dan monitoring operasional jalan bebas hambatan yang dioperasikan KEC. Traffic Information Center ini  telah menggunakan berbagai perangkat teknologi informasi yang canggih. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pemakaian multimedia display untuk menampilkan data dan informasi tentang Jalan Bebas Hambatan.

 

Tempat ini terbagi menjadi 3 ruang kendali, yaitu ruang kontrol dan monitoring, ruang koordinasi dan ruang broadcasting (siaran). Di ruang kontrol dan monitoring terdapat ratusan monitor yang menampilkan gambar dari live streaming CCTV sepanjang jalan bebas hambatan. Di tengah ruangan terdapat sebuah peta dengan skala besar yang menampilkan jaringan jalan bebas hambatan yang dioperasionalkan KEC. Beberapa operator di ruangan tersebut tampak sibuk untuk memantau dan mengendalikan perangkat traffic monitoring. Melalui perangkat tersebut operator dapat mengendalikan operasional jalan bebas hambatan secara real-time, termasuk mengendalikan kemacetan dan antisipasi kecelakaan.

Di ruangan meeting, juga terdapat beberapa display yang menampilkan data daninformasi real-time untuk bahan diskusi, termasuk kondisi cuaca dan kepadatan lalu lintas. Di tempat ini juga terdapat ruangan siarantelevisi yang dioperasikan oleh KEC. KEC memproduksi program televisi yang menyampaikan informasi terkait jalan bebas hambatan. Mereka juga menyampaikan informasi melalui media internet, dengan menyediakan aplikasi jalan bebas hambatan yang dapat dipergunakan di smart phone mereka.

 
 

MELIHAT LEBIH DEKAT THE FIRST GRAND OCEAN BRIDGE SEOHAE

PDFPrintE-mail

Written by Administrator

Dalam rangkaian kunjungannya ke Korea Expressway Cooperation Research Institute (KECRI), rombongan Pusjatan mendapat kesempatan untuk mengenal dan melihat Seohae Grand Bridge. Seohae Grand Bridge sendiri adalah hasil karya dari Korea Expressway Cooperation dan merupakan First Grand Ocean Bridge.

Untuk mendapatkan informasi tekait Seohae Bridge, rombongan Pusjatan diajak untuk mengunjungi Seohae Grand Bridge Management Center. Di gedung ini, rombongan Pusjatan dapat melihat video pembuatan jembatan Seohae di ruang Theater. Selanjutnya rombongan Pusjatan mendapat kesempatan untuk melihat ruang kontrol dan monitoring Seohae Bridge. DI ruangan tersebut dapat dilihat display dari seluruh sensor monitoring di jembatan Seohae. Selain sebagai ruang kontrol dan monitoring, ruangan ini juga dipergunakan sebagai pusat disaster dan pemeliharaan yang didukung penuh dengan teknologi informasi terkini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain mengunjungi Managemen Center, rombongan Pusjatan juga diberikan kesempatan untuk berkunjung langsung ke Seohae Bridge. Rombongan Pusjatan diajak untuk masuk ke dalam Pylon jembatan. Dari dalam Pylon dilanjutkan naik menggunakan lift hingga bagian tengah tiang jembatan.

The Seohae Bridge adalah jembatan cable stayed tyang menghubungkan daerah Pyongtaek dan Dangjin, Korea Selatan. konstruksi jembatan dimulai pada 1993 dan selesai pada tahun 2000. Total panjang jembatan ini adalah 7,3 Km yang terbagi menjadi jembatan cable stayed (990 m),  jembatan FCM (500 m), jembatan PSM (5,8 Km). Jembatan ini merupakan salah satu pencapaian terbaik yang pernah dari pekerjaan yang dilakukan oleh KEC.

 

 

PUSJATAN MENAMBAH JARINGAN KERJASAMA GLOBAL RESEARCH DENGAN KOREA EXPRESSWAY COORPORATION RESEARCH INSTITUTE

PDFPrintE-mail

Written by Administrator

Dalam upayanya untuk menjadi lembaga yang terkemuka dalam bidang jalan dan jembatan, Pusjatan kembali menjalin kerjasama dengan institusi luar negeri yang telah memiliki pengalaman dalam riset jalan bebas hambatan. Korea Expressway Coorporation Research Institute (KECRI) merupakan institusi riset yang dimiliki oleh perusahaan Korea Expressway yang telah memliki pengalaman dan sumber daya manusia dalam bidang jalan bebas hambatan.

Penandatanganan MoU sebagai tanda penjalainan kerjasama antara Pusjatan dan KECRI dilakukan oleh Kapusjatan, Herry Vaza dan President KECRI, Chulwoo Lee. Tujuan MoU ini adalah untuk membangun kerangka kerja yang konkret terkait kerjasama penelitian dan pengembangan Intelligent Transportation System (ITS) dan Program Pemeliharaan Jalan Bebas Hambatan untuk mendapatkan metode operasional dan pemeliharaan jaringan jalan yang efektif dan efisien, terutama jalan raya dan jalan bebas hambatan.

Setelah acara Signing Ceremony berakhir, rombongan Pusjatan mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Laboratorium Korean Accelerated Loading and Enviromental Simulator (KALES). Laboratorium ini merupakan tempat untuk menguji perkerasan jalan dengan kendaran simulator. Hasil dari uji simulator tersebut dapat untuk mengevaluasi perkerasan yang disimulasikan dengan beban lalu lintas dan kondisi lingkungan. Laboratorium uji coba KALES juga sering digunakan untuk mengetahui Life Cycle dari perkerasan serta uji coba teknik dan material sebelum digunakan di lapangan.

 
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Page 1 of 26