| Daftar Produk Unggulan Puslitbang Jalan & Jembatan |
|
Asbuton |
Jenis Produk Asbuton
Pada tingkat perkembangan teknologinya belakangan ini, dapat dikemukakan berbagai variasi hasil produksi asbuton yang telah berkembang, yaitu:
1. Asbuton Butir
- Tipe 5 (pen)/20
- Tipe 15/20
- Tipe 15/25
- Tipe 20/25
- Tipe 30/25
2. Aspal Dimodifikasi Asbuton (Pra Campur/Pre Blended)
3. Asbuton Murni |
| |
|
ETK (Elektronik Tol Kolektor) |
| |
|
| Spesification : |
Sistem ini adalah sistem pembayaran dengan menggunakan teknologi radio nir- kabel, atau sistem pembayaran dengan menggunakan smart card berteknologi Radio Frequency Identification (RFID). Suatu teknologi RFID ,(Radio Frequency Identification) smart card contantless yang merupakan suatu teknologi yang dapat menyimpan dan mengirim informasi secara remote melalui radiasi eletrokmagnetik/ gelombang radio. |
| Keunggulan : |
- Mengurangi pengelolaan uang tunai di gardu tol dan kantor tol.
- Mengurangi waktu pelayanan di gerbang tol, sehingga dapat meningkatkan kapasitas pelayanan gerbang tol dan kemungkinan kemacetan dapat diturunkan.
- Mengurangi konsumsi bahan bakar dan time cost lainnya bagi pengguna jalan.
|
|
| |
|
Glare |
Spesifikasi
|
NO
|
NO SERI
|
JENIS
|
DIMENSI
|
WARNA
|
|
(Panjang x Lebar x Tebal)
|
|
1
|
RGS 4h
|
Plat Besi
|
1.100 X 290 X 2 mm
|
Hijau Tua Dop
|
|
2
|
RGS 4a
|
Composite Fibre
|
1.100 X 290 X 6 mm
|
Hijau Muda Dop
|
Keunggulan :
- Tingkat kecelakaan dan kerusakan jalan serta fasilitasnya dapat diminimalisir.
- Menambah keindahan landscape jalan sehingga dapat menurunkan stress dan fatique pengemudi.
- Kelancaran berlalulintas sehingga dapat menurunkan biaya perjalanan.
- Dapat diterapkan sesuai kondisi Indonesia dengan kandungan bahan lokal dan dapat di produksi massal oleh Usaha Kecil Menengah (UKM), hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi berbasis kerakyatan.
|
| |
|
Perkuatan Jembatan |
1. Perkuatan struktur
2. Perkuatan dengan pemasangan diafragma pemendekan bentang
3. Penambahan pilar baru sehingga bentang menjadi pendek
4. Perkuatan prategang
5. Perkuatan pilar
Perkuatan struktur pilar umumnya dilakukan apabila terjadi kerusakan yang cukup parah atau kurangnya kapasitas struktur pilar akibat kurang sempurnanya dalam perencanaan dan pelaksanaan serta adanya pelebaran jembatan sehingga beban hidup lalu lintas menjadi bertambah.
|
| |
|
PLATO (Penghitung Lalu Lintas Otomatis) |
Menghitung Lalu Lintas pada 4 lajur jalan dengan sensor kendaraan 8 loop, atau 2 loop tiap jalur dan untuk 2 arah lalu lintas. Plato mampu mengelompokan kelas kendaraan dengan mendeteksi jaraj antar as roda kendaraan. Juga dilengkapi GSM untuk telemetrinya,
Spesifikasi
Ukuran : Dimensi 250mm x 300mm x 160 mm
Bahan Aluminium Campuran, tebal 5 mm, dengan menyerap panas vertikal
Berat : 5 Kg
Elektronik : CMOS teknologi dengan bahan hemat energi
Catu Daya : 12 V 12 Ah. Catu DC Utama : 220 VAC/50 Hz 20 Wp Sel matahari untuk operasi permanen
Temperatur : Operasi 00 C - 700 C
Software : Pembaca data dengan standar data format Ms.Excell
Protokol : RS-232 asynchronous serial I/O 7 or parity. Kecepatan 300 to 115200
Memory : 1 Gigabyte
Konfigurasi : 4 lajur 8 loops
Interval : 1 to 1440 mins |
| |
|
Teknologi Cakar Ayam Modifikasi |
Ruas Jalan Pantura Jawa Barat merupakan jalan Nasional yang dilalui kendaraan berat, padat, dan sebagian berada pada lapisan tanah sangat lunak sampai lunak yang sangat tebal tebal seperti pada Ruas Jalan Indaramayu-Pamanukan dengan tebal tanah sangat lunak dan lunak mencapai 12 m. Perkerasan yang telah dibangun cepat rusak untuk itu dilakukan uji coba skala penuh konstruksi Cakar ayam Modifikasi (Cakmod) yang menggunakan pipa-pipa sumuran dari pipa baja tipis ketebalan 1,4 mm panjang 1,2 m yang diatasnya diberi slab beton dengan tulangan 2 lapis. Slab beton dapat diberi lapis aspal atau tidak.
Penelitian dilakukan terhadap 2 (dua) tipe Cakmod yaitu : Tipe 1 Cakmod dengan slab beton dilapis Aspal dan Tipe 2 Cakmod dengan slab beton tanpa dilapis aspal. Untuk mengetahui kinerja kedua tipe tersebut telah dipasang instrumentasi : (1) Plat penurunan untuk mengetahui besarnya penurunan yang akan terjadi ; (2) Strain gauge untuk mengetahui regangan-regangan yang terjadi pada slab beton , pipa baja dan baja tulangan ; (3) Inklinometer untuk memantau gerakan lateral tanah (4) Piezometer jenis pneumatic untuk memantau ekses atau penambahan tegangan air pori yang mencerminkan tingkat konsolidasi yang mungkin masih terjadi. |
| |
|
Basis Data |
Puslitbang Jalan dan Jembatan telah mengembangkan basis data bidang jalan dan jembatan. Data yang telah dikumpulkan bukan hanya digunakan sebagai bahan dasar penelitian dan pengembangan tetapi dapat juga digunakan untuk perancangan dan pemograman (planning and programming).
Data yang dikumpulkan difokuskan pada lokasi jalan trans nasional strategis, yaitu Jalur Lintas Timur Sumatera , Jalur Pantai Utara Jawa, Trans Selatan kalimantan dan pada tahun 2009 akan diteruskan hingga Trans Barat Sulawesi.
Basis data tersebut akan dapat diakses pada website http://pusjatan.pu.go.id sehingga diharapkan dapat berguna bagi para pemangku kepentingan. |
| |
|
Desa Akar Akar |
Pengembangan Kawasan Lahan Kritis Melalui Peningkatan Prasarana Jalan dan Jembatan di Desa Akar Akar, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat
Untuk mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK), Departemen PU melalui Badan Litbang PU telah membentuk kegiatan prioritas TA 2006 dengan program terpadu yang melibatkan Puslitbang SDA, Puslitbang Jalan dan Jembatan, Puslibang Permukiman dan Puslitbang Sebramas. Merupakan uji-coba skala penuh hasil-hasil kajian litbang secara terpadu, khususnya melalui peningkatan prasarana jalan dan jembatan dengan menggunakan lapis CTSB + Latasir. Peningkatan jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Akar-Akar, Kabupaten Lombok Barat. |
| |
|
Teknologi Kestabilan Lereng |
Kondisi geologi wilayah Kabupaten Ende, khususnya pada ruas jalan Ende-Maumere terdiri dari material volkanik dan batuan beku, dengan morfologi daerah pegunungan dengan lereng yang terjal. Sesar, lipatan dan rekahan terdapat di daerah ini sebagai akibat kegiatan tektonik. Kondisi geologi tersebut dapat menjadi salah satu hal yang menyebabkan daerah ini rawan dan berpotensi dengan kejadian longsor.
Longsoran yang umumnya terjadi disepanjang ruas jalan Ende-Maumere adalah longsoran batuan. Panduan penanganan longsoran yang ada saat ini baru mencakup untuk penanganan longsoran tanah sedangkan untuk penanganan longsoran batuan masih belum lengkap dan detail. Oleh karena itu penelitian untuk penanganan longsoran batuan perlu dilakukan sehingga diperoleh suatu metode dan tipikal teknologi penanganan longsoran, untuk melengkapi panduan yang telah ada. |
| |
|
Tekonologi Lapis Pondasi Pasir Aspal (Sand Base) |
Memanfaatkan pasir kuarsa bahan lokal untuk dipergunakan sebagai bahan jalan sehingga mampu mengurangi biaya bahan jalan yang selama ini didatangkan dari luar Kalimantan Tengah. |
| |
|
Pemanfaatan Tailing Untuk Bahan Jalan |
|
Pasir tailing, merupakan limbah dari produksi pengolahan biji emas dan tembaga sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal, terutama sebagai bahan perkerasan jalan. Untuk itu perlu dilakukan uji laboratorium dan uji coba skala penuh pemanfaatan tailing untuk campuran beraspal dan lapis pondasi dari bahan berbutir lepas tanpa bahan pengikat (unbound material). Dalam uji coba skala penuh ini digunakan bahan tailing yang merupakan limbah dari produksi oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Timika, Provinsi Papua. Metode yang digunakan adalah percobaan di laboratorium dan pengamatan/pengawasan pelaksanaan lapangan, percobaan di laboratorium dengan melakukan perencanaan campuran, baik untuk lapis pondasi tailing agregat Klas A maupun untuk campuran panas tailing aspal – lapis aus (HMTA-WC).
|
| |
|
Penanganan Tanah Lunak |
Penanganan tanah lunak yang berada pada ruas jalan Ngawi-Caruban merupakan penanganan tanah ekspansif, dikarenakan setelah dilakukan penyelidikan tanah ternyata diperoleh berupa jenis tanah kelempungan ekspansif yang mempunyai sifat pengembangan tinggi. Untuk selanjutnya jenis tanah lunak dalam laporan ini digunakan istilah tanah ekspansif
Penanganan tanah ekspansif pada ruas jalan Ngawi-Caruban telah dilakukan pada tahun 2006, yaitu berupa pemasangan geomembran vertikal dan horisontal. Geomembran ini berfungsi untuk mereduksi besarnya penetrasi dan penguapan air baik dari atas maupun dari samping. Untuk melengkapi efektivitas penggunaan geomembran dalam menangani masalah tanah ekspansif, maka telah dipasang instrumentasi geoteknik yang berupa pipa untuk neutron moisture sensor, pipa inclinometer, multiple extensometer, open pipe piezometer, surface marker dan alat penakar hujan manual.
Untuk mengetahui efektivitas kinerja geomembran sebagai salah satu metode penanganan masalah tanah ekspansif, maka pada tahun anggaran 2007 dilakukan monitoring terhadap instrumentasi tersebut. Hasil monitoring ini diharapkan menunjukkan efektivitas geomembran sebagai penghalang migrasi kadar air yang diindikasikan oleh fluktuasi kadar air yang berada di dalam dan di luar membran, naik turunnya spider magnet ektensometer, fluktuasi muka air tanah.
|
| |
|
Teknologi Daur Ulang Jalan |
Uji coba skala penuh teknologi daur ulang jalan
(lokasi : ruas jalan palimanan – jatibarang)
TEKNOLOGI DAUR ULANG JALAN Dapat mengurangi keperluan penggunaan Agregat (45-100%) dan Aspal Baru (60%). Nilai ekonomis bahan garukan meningkat, menghemat enerji, geometrik jalan dapat dipertahankan serta melestarikan sumber alam.
|
| |
|
Teknologi Penanganan Longsor dengan Rumput Vetiver |
|
Penanganan tingkat erosi lereng galian dan timbunan tanah dengan penanaman vegetasi rumput vetiver yang dikombinasikan dengan tanaman penutup seperti rumput gajah dan rumput bahia pada kemiringan di atas dan/ atau di bawah 600.
|
| |